tidak biasa :)

dari beberapa kisah cinta pada pandangan pertama yang pernah saya alami, saya akan berbagi tentang bagaimana saya jatuh cinta pada balet. satu jenis tarian yang bisa membuat saya jatuh bangun dan berdarah-darah dalam arti sebenarnya.
saya pertama kali mengenal balet lewat sebuah acara di televisi, waktu itu saya berusia tiga tahun dan saya langsung jatuh cinta pada tarian itu. lalu, mulai lah saya bercita-cita menjadi seorang balerina. kisah berdarah saya yang pertama, terjadi di awal perkenalan kami. waktu mengikuti sebuah gerakan di televisi, saya terjatuh dan "mencium" lantai. karena usaha saya tersebut, saya dihadiahi 6 jahitan di dagu oleh dokter jaga UGD saat itu.
pengalaman itu tidak membuat saya patah hati. saya justru semakin bertekad menaklukannya. pada usia 9 tahun, saya mulai melakukan pendekatan kedua. dengan masuk di sebuah sanggar balet, saya mencoba menaklukannya lagi. usahanya tidak mudah juga. mulai dari biru-biru karena latihan "hulahop" sampai berkali-kali jatuh saat melakukan putaran dan lompatan. namun, tidak ada kerja keras yang sia-sia. sebagai gantinya, balet memberikan saya kesempatan untuk berubah, dari gadis minder, bungkuk, tidak dikenal, menjadi seorang pribadi yang percaya diri.
saya bertahan selama kurang lebih delapan tahun. karena  studi, saya harus meninggalkan balet untuk sementara waktu. saya masih menyimpannya dalam hati, hingga suatu hari bisa bernostalgia dan mendapat kesempatan kedua untuk mendalaminya, lebih lagi.

Comments