Biduan Kapal #nulisrandom2015



Perempuan muda itu duduk di depan etalase sederhana yang memamerkan berbagai makanan kecil. Di sampingnya, seorang organis sudah siap menekan tuts keyboard, mikrofon sudah menyala, meskipun suaranya kian pecah.


"Selamat siang semua! Selamat datang di KM Raja Samudera. Dalam pelayaran kali ini, ijinkan saya menemani dan menghibur perjalanan anda dengan beberapa buah lagu. Untuk yang mau request atau nyanyi bareng juga boleh."

Ruangan kafetaria sederhana kapal ferry itu tidak terlalu padat penumpang. Meli, begitu perempuan itu akrab disapa, mulai menyanyi.
Dalam hatinya, ia ingin seseorang berdiri di depannya. Dengan tangan terbuka, bersiap memeluknya, ya, ia ingin orang itu menerimanya dengan senyuman, dengan ampun.

"Ibu... ayo kita pulang!" samar ia dengan suara gadis kecil kesayangannya.

Gadis kecil yang terlalu berharga untuk hidup dalam kekejaman dunia. Dia yang membuat Meli memulai perjalanan yang lebih tepat disebut pelarian yang panjang ini. Gadis kecil yang hidupnya ia akhiri dengan racun serangga di lauk terakhir yang bisa ia berikan setelah suaminya pergi menelantarkan mereka. 

"Ibu, ayo ikut Nana! Ayo, Bu!" gadis itu mendekat, menarik tangannya.

Entah bagaimana pandangannya mendadak kabur. Meli jatuh terkulai sebelum menyelesaikan lagu pertamanya siang itu.


3 Juni 2015

Comments

Popular Posts